Penulis : Riska Fitria
Sumber gambar: freepik
Kehidupan serta politik menjadi dua hal yang tak terpisahkan. Di era perkembangan globalisasi, kehidupan ini tentu terus berjalan dan beriringan dengan dinamika politik yang berjalan secara cepat serta tumbuh semakin kompleks.
Bagi sebagian orang awam, kata politik seringkali dekat dengan para elite atau pengusaha, padahal politik mencakup berbagai aspek kehidupan mulai dari bidang pendidikan, social, kesehatan bahkan di dunia pekerjaan sekalipun.
Ditengah perkembangan politik yang terus berjalan secara cepat, namun di sisi lain tidak dibarengi dengan antusias para pemuda untuk mengikuti perkembangannya. Hal itu karena pemuda zaman sekarang dinilai acuh dan cenderung apatis dengan dunia politik. Hal itu juga dilatarbelakangi karena generasi z tidak memahami secara mendalam tentang sejarah politik bangsa dalam memperjuangkan serta mempertahankan NKRI.
Baca juga: Gen Z Kita Buta Politik?
Terdapat berbagai alasan mereka tidak menyukai, salah satunya karena menganggap politik menjadi suatu hal yang membosankan dan pembahasannya yang dinilai berat. Padahal peran pemuda sangat penting, untuk membangun Indonesia yang lebih baik lagi.
Sehingga dengan permasalahan tersebut, tentu dibutuhkan sebuah kesadaran pemuda untuk lebih meningkatkan kemampuan literasi politik guna mewujudkan generasi Indonesia yang lebih maju.
Baca juga: UMUKA Solo: Mahasiswa Jangan Apatis Pada Politik
Makna dari literasi politik sangatlah kompleks. Hal itu tidak hanya tentang dunia pemerintahan saja yang terkesan membosankan. Namun, makna sebenarnya terkait literasi politik yakni pemahaman dasar yang mencakup berbagai aspek, seperti halnya regulasi kepemiluan, hak dan kewajiban sebagai warga serta kompetensi untuk bisa menganalisis sebuah kebijakan yang telah dibuat secara kritis. Sehingga dengan meningkatkan literasi politik diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi para pemuda untuk bisa menjadi pelaku aktif demokrasi yang tidak hanya sebagai penonton, seperti halnya sebuah pepatah yang mengatakan “Talk Less, Do More”.
Baca juga: Literasi dan Partisipasi Politik Pemilih Muda
Dengan permasalahan yang sudah dipaparkan di atas, terdapat beberapa poin yang perlu kita sadari terkait alasan generasi z harus meningkatkan literasi politik sehingga generasi z tidak buta informasi terkait informasi politik, yakni sebagai berikut:
· Penentu arah masa depan
Kehidupan akan terus berjalan, sehingga generasi z otomatis juga akan semakin dewasa dan tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti memegang sebuah posisi dan pembuat kebijakan penting bagi bangsa. Sehingga hal itu dapat dipersiapkan sedini mungkin, jika ingin mewujudkan Indonesia yang lebih maju.
· Menghindari missinformasi
Perkembangan teknologi digital sangatlah pesat, sehingga berbagai informasi bisa kita dapatkan secara cepat serta mudah terutama di media sosial. Kecepatan informasi tersebut seringkali tidak diimbangi dengan kemampuan dalam memahami informasi secara komprehensif, dan akibatnya dapat memunculkan perilaku reaktif untuk menyebarkan informasi hoax ke masyarakat secara meluas. Dengan memiliki kompetensi untuk bisa menganalisis serta memahami maksud pemberitaan di media sosial tentu menjadi sebuah kemampuan yang sudah seharusnya dimiliki oleh pengguna media sosial, terutama generasi z yang dianggap masih muda dan lebih kritis. Karena tanpa bekal pemahaman serta kompetensi tersebut, bisa menimbulkan sebuah dampak yang fatal, seperti sebuah propaganda, politik uang dan penyebaran berita hoax yang sulit dikendalikan sehingga berdampak terhadap perubahan perilaku masyarakat ke arah yang lebih buruk. Sehingga harapannya ketika generasi z memiliki kemampuan atau kompetensi untuk lebih peka terhadap literasi politik, maka mereka akan mampu untuk bisa memilih informasi mana saja yang boleh untuk disebarluaskan, mampu berpikir secara kritis terlebih dahulu sebelum bertindak.
· Turut serta dalam mengawal kebijakan publik
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama ketika generasi z menjadi perantara antara pemerintah dan masyarakat. Hal itu terlihat ketika pemerintah membuat suatu kebijakan, namun tidak sesuai dengan rakyat, maka peran generasi z sangat diperlukan. Hal itu karena dampak yang ditimbulkan bisa saja dirasakan secara langsung kepada generasi z maupun rakyat lainnya. Sehingga dengan keberanian generasi z dalam mengevaluasi segala kebijakan pemerintah sangat dibutuhkan, hal tersebut perlu dilakukan untuk menuntut hak yang seharusnya didapatkan.
Sudah saat generasi z lebih peka lagi untuk bisa meningkatkan literasi politik, dengan beberapa cara ang bisa dilakukan, diantaranya sebagai berikut:
· Mengintegrasikann Pendidikan Politik di Sekolah dan Kampus
Dengan memberikan pemahaman terkait Pendidikan politik di mata kuliah, bisa menjadi sebuah cara yang bisa dilakukan oleh sebuah instansi Pendidikan. Cara tersebut diniai efektif karena dapat melatih siswa untuk bisa belajar berpikir kritis dengan mempelajari ilmu politik yang dikaitkan dengan berbagai isu politik yang terjadi. Metode belajar sekaligus memberikan contoh isu nyata yang terjadi di sekililing kita, tentu akan mudah dipahami dan dicerna oleh para siswa karena antara teori serta praktik memang harus memiliki relevansi.
· Mendorong Partisipasi Melalui Organisasi dan Komunitas
Organisasi atau komunitas merupakan sebuah wadah atau ruang yang bisa diikuti oleh para generasi z untuk bisa menciptakan sebuah ruang diskusi. Sehingga harapannya para generasi z bisa lebih kritis dan open mind terkait pembahasan berbagai isu politik yang sedang terjadi.
· Menggunakan Media Sosial secara bijak
Di zaman yang serba cepat ini, semua orang tentu memiliki media sosial. Karena peran media sosial sangat penting untuk mengakses lebih banyak informasi yang paling update, sehingga sudah seharusnya digunakan secara bijak. Dengan adanya para influencer yang menyediakan berbagai konten juga diharapkan dapat memberikan konten literasi politik yang diharapkan dapat membangun kesadaran kritis. Sehingga penting juga bagi kita sebagai followers untuk memilih konten creator mana saja yang dilihat, hal itu karena konten yang disajikan dapat mempengaruhi pemikiran kita, jadi harus tetap waspada.
· Mengadakan sebuah seminar terkait literasi politik secara berkala
Program seminar terkait literasi politik bisa diadakan oleh siapa saja, baik itu oleh sebuah instansi maupun komunitas sekalipun. Dalam penyampaian program seminar yang berisi terkait literasi politik maupun pemahaman dunia politik bisa disampaikan dengan Bahasa yang sederhana, sehingga harapannya audiens dapat memahami maksud dari apa yang telah disampaikan oleh narasumber secara baik.
Baca juga: Alasan Generasi Z dan Milenial Harus Melek terhadap Politik
Pada intinya generasi z bisa memaksimalkan segala potensinya untuk bisa mewujudkan Indonesia yang lebih maju dengan meningkatkan literasi politik. Melalui dukungan dari berbagai pihak, tentu cita-cita tersebut dapat mudah tercapai. Karena bagaimanapun juga generasi z suatu saat nanti memiliki peluang untuk menjadi seorang pemimpin bangsa dan pembuat kebijakan, sehingga tidak seharusnya bersikap netral, acuh atau bahkan apatis terhadap politik. Sudah seharusnya generasi z lebih membuka mata maupun telinga tentang pentingnya memahami serta terlibat secara langsung dalam dunia politik sehingga akan tumbuh sebuah prinsip hidup yang kuat dan tidak mudah didoktrin oleh pemikiran yang tidak sesuai.
Baca juga: Peran Gen Z dalam Mewujudkan Indonesia Maju

















